Minggu, 16 Januari 2011

Taman Wisata Alam Bengkulu 80% Gundul

| Taman Wisata Alam Bengkulu 80% Gundul | Kawasan hutan Taman Wisata Alam (TWA) di Provinsi Bengkulu kondisinya saat ini sudah sangat memprihatinkan, karena dari luas seluruhnya 15.000 hektare, 80% di antaranya sudah gundul, padahal kawasan hutan itu sangat berguna untuk menopang kelangsungan kelestarian hutan di daerah itu.

Kepala Dinas Kehutanan provinsi Bengkulu Ir Soegito, Jumat, mengatakan, kawasan hutan TWA yang tak terbendung oleh ulah penggarap liar terdapat di kaki Bukit Kaba, Kabupaten Rejang Lebong.

Hutan TWA terbesar terdapat di sekitar kaki Bukit Kaba, namun saat ini kawasan hutan itu sudah beralih fungsi menjadi kebun sayur-mayur dan kebun kopi masyarakat.

Selama ini pihak terkait dari Pemkab Rejang Lebong mengaku kewalahan untuk menghentikan kelompok masyarakat perambah yang berada di sekitar kaki Bukit Kaba tersebut.

Dampak kerusakan hutan wisata alam itu, disamping cuaca pada obyek wisata Bukit Kaba tidak begitu sejuk, jalan menuju puncak bukit tersebut juga sangat mudah longsor, terutama pada musim penghujan.

Selain itu, pemukiman warga perambah di kaki Bukit Kaba itu sewaktu-waktu akan terancam, bila gunung berapi Bukit Kaba yang masih aktif itu mengeluarkan lahar panas maka akan menerpa ladang sayur milik masyarakat di kawasan itu.

Sebelumnya kawasan hutan wisata itu, selain sebagai penyanggah resapan air dan ketahanan tanah, juga diharapkan dapat menahan lahar panas, bila gunung berapi itu sewaktu-waktu aktif atau mengeluarkan lahar.

Penjabat Bupati Rejang Lebong Drs Chairduin, secara terpisah sebelumnya mengatakan, pihaknya akan memprogramkan pengembalian kawasan hutan wisata alam yang sudah terlanjur dirambah warga setempat.

Pihaknya akan mengimbau warga agar meningggalkan lahan setelah habis masa panen sayur-mayur, jika himbauan itu tak diindahkan, pihak Pemkab akan menurunkan tim pengamanan hutan lindung ke lokasi.

Bagi masyarakat yang membandel akan ditangkap dan dikenakan sanki hukum, namun mereka yang secara pribadi dan sukarela meninggalkan lokasi akan dicadangkan untuk ikut program transmigrasi, katanya.

Pusat Latihan Gajah (PLG) Seblat, bengkulu

| Pusat Latihan Gajah (PLG) Seblat, bengkulu |PLG Seblat berdiri pada bulan Oktobor 1992, terletak di Kecamatan Putri Hijau, Bengkulu Utara berdasarkan SK Menhut No. 658/Kpts-ll/1995 tanggal 8 Dosember 1995 memiliki luas 6.865 Ha. Didalam areal tersebut terdapat flora dan fauna dilindungi yang dapat dijumpai oleh pengunjung seperti: Tapir, Rusa, berbagai macam Ular, Siamang, Simpai, Kera, Kera Ekor Pendek, Gajah yang masih liar, berbagai macam burung, seperti Rangkong, Beo, Pergam, Ayam Hutan, Elang dll. Selain itu juga beberapa kali ditemukan jejak manusia pendek, untuk memastikan perlu diadakan penelitian lebih lanjut.


Tempat ini juga cocok bagi yang senang berjalan kaki sambil menikmati kondisi hutan yang masih primer atau memancing. Bunga langka yang masih terdapat dilokasi PLG Seblat yaitu Bunga Rafflesia (Rafflesia arnoldi).
Di PLG Seblat dapat menikmati berbagai kemampuan gajah jinak:
- Atraksi 20 macam, antara lain Disko gajah, pengalungan bunga, membawa bendera/spanduk, tebak angka/huruf, berbaris dll.
- Safari Gajah.

Atraksi “Gajah Pacaran” gajah jantan membawa payung dan gajah betina memeluk jantan.
Cara mencapai lokasi:
• Bengkulu – Air Muring/Seblat (3 jam, 150 km)
• Air Muring – PLG Seblat, bisa melalui 3 jalur yaitu:
1. Lewat PT. Agricinal (20 km, 1 jam, jalan tanah)
2. Lewat Seblat (Samping Kantor Kecamatan Putri Hijau) Blok C, Suka Baru, PLG Seblat (jalan sebagian aspal, sebagian koral 15 km)
3. Lewat Air Muring, Suka Merindu, Suka Baru, PLG Seblat, (17 km jalan sebagian aspal sebagian koral). (http://wisatabengkulu.blogspot.com)

Curug (air terjun) Sembilan Tingkat, Bengkulu

| Curug (air terjun) Sembilan Tingkat, Bengkulu |Ada banyak tempat wisata alam dibengkulu yang ini juga tidak kalah menariknya, Curug (air terjun) Sembilan Tingkat masih menjadi salah satu obyek wisata andalan Kabupaten Bengkulu Utara, provinsi Bengkulu yang banyak dikunjungi wisatawan baik domestik maupun asing. Obyek wisata itu menjadi salah satu favorit para wisatawan yang berkunjung ke Bengkulu, karena unik dan memiliki kekhasan. Dari namanya saja air terjun ini memiliki keunikan air terjun yang memiliki sembilan tingkat yang mana tiap tingkatnya membentuk air terjun sendiri ini lah yang menjadi kehasan dan keunikan dari air terjun iniyang tak dimiliki oleh air terjun lain


Air Terjun Curug sembilan tingkat, terletak di dalam kawasan hutan lindung yang alami, sangat cocok dikunjungi para wisatawan pencinta alam dan senang petualangan di alam bebas. Di dalam kawasan hutan sekitar air terjun itu, kata dia, banyak terdapat flora dan fauna langka.

Objek wisata ini berada di Desa Padang Jaya, dengan jarak tempuh sekitar 120 Km dari Bandara Fatmawati, Kota Bengkulu. Dimana transportasinya juga cukup gampang Untuk menuju ke lokasi itu, sudah dibangun jalan yang dapat dilalui kendaraan roda empat. Bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam di sekitarnya

Sumber air panas suban

| Sumber air panas suban | Sumber air panas suban merupakan salah satu objek wisata alam yang ada di bengkulu, pemandian yang berasal dati sumber mata air panas bumi menjadi salah satu lokasi favorit untuk rekreasi keluarga. Suasana tempat pemandian air panas yang nyaman, kolam renang yang bersih dan mengandung unsur penyembuhan menyebabkan tempat ini terkenal dan ramai dikunjungi wisatawan.


Selain pemandian air panaas di kawasan ini juga terdapat dua buah air terjun yang mengalir dari bukit dengan ketinggian masing-masing 75 meter dan 50 meter. Air terjun ini juga merupakan sumber air alam pegunungan yang sejuk dan jernih serta sehat untuk mandi. Tak jauh dari lokasi tersebut juga terdapat perkebunan strawberi milik masyarakat setempat dan obyek wisata Danau Mas Harun Bestari yang memberikan layanan wisata keliling danau menggunakan perahu dan motor boat.

Suhu air yang pantas serta komposisi mineral dan unsur hara yang unik menjadikan sumber mata air geotermal ini sebagai tempat untuk melakukan terapi dan penyembuhan berbagai penyakit oleh masyarakat. Tempat ini begitu populer bagi masyarakat Bengkulu dan Sumatera Selatan dan menjadi sangat penting untuk dikunjungi.

 

Lokasi ini mudah dijangkau dan hanya 15 menit perjalanan atau enam kilometer dari kota Curup dan 1,5 jam perjalanan dengan kendaraan roda empat atau sekitar 90 Km dari Bandara Fatmawati Kota Bengkulu dimana sepanjang perjalanan kita akan disugukan pemandangan alam yang indah sehingga perjalan ke pemandian ini terasa menyenangkan.Oleh karenanya jangan sampai terlewatkan

Minggu, 09 Januari 2011

Hutan Wisata Bukit Kaba

| Hutan Wisata Bukit Kaba |Hutan Wisata Bukit Kaba termasuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Curup, Kecamatan Padang Ulak tanding dan Kecamatan Kepahiang Kabupaten Rejang Lebong. Berdasarkan SK Menhut No. 166/Kpts-ll/1986 luas Hutan Wisata Bukit Kaba 15.070 Ha. Potensi yang bisa dinikmati bila berkunjung ke Hutan Wisata Bukit Kaba adalah sumber Air panas, udara pegunungan yang sejuk (ketinggian sampai 2000 mdpl), berkemah, kawah aktif dan kawah tidak aktif serta berbagai flora dan fauna.



Flora yang dominan pada 1.000-1.400 mdpl adalah Pasang (Quercus linneata), 1.400 – 1.800 mdpl Umbel-urnbelan (Spondiaspinnata) dan 1,800 – 2.000 mdpl Pandan duri (Pandannus Sp) serta yang langka yaitu Pakis Simpai, satwa langka yang masih bisa dijumpai adalah Harimau Loreng (Phantera Tigris Sumatrensis), Kijang, Rusa.

Cara mencapai lokasi:
  • Dengan kendaraan umum/pribadi dari Bengkulu ke Curup (80 km), Curup ke arah Linggau berhenti di desa Sumber Urip (15 km), dari Sumber Urip ke kaki Bukit Kaba (6 km) jalan koral. Dan dari kaki Bukit Kaba ke Kawah/Puncak Bukit (3 km).

Dalam perjalanan menuju ke kawah/puncak 1 km dari kaki Bukit Kaba akan dijumpai sumber air panas yang berbau belerang.